06. PERTAMA KALI YANG TIMBUL, BANGGA DAN KECEWA
Kalau bisa ditarik mundur, mungkin saat bayi kita akan tersenyum lebar saat pertama kali kita merangkak, ekspresi kebanggaan yang tidak ternilai harganya. Berlanjut dengan langkah, jalan dan berlari kencang tanpa henti.
Ada gurat lega ketika bisa mendapat peringkat satu, validasi akan kerja keras yang kadang tidak kelihatan ujungnya.
Ada perasaan menikmati kebebasan ketika pertama kali merantau, tinggal jauh dari orang tua, bisa memutuskan besok mau makan apa, walau masih dengan subsidi orang tua.
Ada rasa haru ketika menerima gaji pertama, walau dalam hitungan hari mungkin akan habis untuk belanja barang yang diinginkan, namun sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan.
Ada rasa kecewa ketika ide kita ditolak padahal sudah menghabiskan waktu lama untuk brainstorming, namun minimal terobati sedikit karena ruang berdialog dengan atasan menjadi terbuka lebar.
Ada rasa senang dan haru ketika pertama kali bisa bermain salju, kemudian angan-angan masa kecil untuk menjadikan salju itu jadi es serut warna-warni harus kandas, karena ‘nggak jadi deh, itu kan saljunya habis diinjek-injek orang banyak.'
Ada rasa bangga saya menghabiskan waktu berhari-hari roadtrip ke daerah yang jauh. Lebih bangga lagi ketika bisa bersenandung lagu-lagu dengan playlist yang disusun sedemikian rupa. Oh ternyata rutinitas ini tidak hanya bisa dilihat di tv saja.
Ada rasa kecewa ketika bahwa dalam satu kebijaksanaan dan kemudahan hidup, kemudian satu hal kecil mengganggu ketentraman, tapi ketika dihadapi dengan orang tersayang, terasa lebih ringan.
Ada banyak rasa bangga dan rasa kecewa yang pertama kali kita rasakan, rasanya campur aduk. Kadang kebanggaan itu timbul karena kita terlalu memandang rendah diri sendiri. Sebaliknya, rasa kecewa timbul karena mungkin kita terlalu percaya diri. Jadi mulai sekarang saya bertekad untuk menghargai momen-momen pertama kali ini dengan penuh perhatian. Hal-hal kedua kali, kali ketiga tentunya tidak sama dengan yang pertama. Cinta pertama misalnya.
Lokasi foto : Kura Kura Bali Project, Bali.


Comments
Post a Comment