28. CUCI BAJU BUAT LEBARAN
Bagaimana lebaran kalian teman-teman. Seperti dua tahun sebelumnya, keluarga inti memilih untuk menjadikan moment ini untuk kumpul secara lengkap. Setelah Lampung dan Bandung (dan sekitar), tahun ini dipilihlah Jogja. Alasan utamanya apalagi kalau bukan sekalian mengunjungi saya yang sedang jadi pelajar. Selayaknya lebaran pada umumnya, tentu kami sholat Ied dilanjutkan sungkem dan bermaaafan secara bergantian. Bedanya tidak ada kuliner khas lebaran seperti ketupat, opor dan sambal goreng hati. Kami memilih untuk makan gudeg dan panganan lain. Kuiner khas lebaran biasanya didapat ketika berkunjung ke keluarga atau sanak saudara. Bagi saya pribadi, menjalani lebaran setelah beranjak dewasa bukan lagi keriaan dan rutinitas yang grande, seperti saat kecil dulu. Tetap dinantikan tapi dengan suasana yang berbeda. Tentu saja ada rasa lega telah melalui bulan Ramadhan satu bulan penuh, juga lega karena akhirnya bisa ngopi di pagi hari lagi. Ada yang juga begitu? Oke, saya coba lebih ser...


