09. BEBAS LEPAS, NAMUN TAK SEBEBAS MERPATI.
Dalam sebuah video mantan TKI di Taiwan, Tina XL, youtuber yang sungguh saya idolakan, tercetus satu ucapan dari dia bahwa hal yang sangat dia syukuri saat kembali ke Indonesia adalah kebebasan untuk bisa masak di dapur sendiri. Tina tidak perlu sembunyi-sembuyi masak apa saja yang dia suka, dengan uang sendiri tanpa direcokin majikannya. Hal sekecil ini mungkin sepele bagi beberapa orang, namun bagi dia sangat istimewa.
Bicara soal kebebasan mungkin akan jadi bentuk keleluasaan yang bukan berarti tanpa batas. Kebebasan berbicara namun harus tetap menghormati lawan bicara. Kebebasan memilih pekerjaan, namun harus tetap bertanggung jawab apapun bentuknya pekerjaan itu.
Pada suatu makan malam, saya terlibat percakapan dari hati ke hati dengan beberapa teman baik. Kita sepakat bahwa seiring bertambah dewasa, memang semakin leluasa memilih banyak hal. Hal yang dahulu tidak bisa dibeli, bisa dibeli dengan uang sendiri. Hal yang dulu harus dengan persetujuan orang tua, sekarang bisa diputuskan sendiri. Tanpa negosiasi banyak pihak.
Kita juga sepakat bahwa kebebasan ini juga lama-kelamaan muncul berbarengan dengan permasalahan, entah yang berhubungan dengan diri sendiri atau orang lain (baca: keluarga dan rekan lain). Permasalahan ini kemudian yang mengikat kita untuk tidak sepenuhnya bebas. Ada hal-hal lain yang perlu dipertimbangkan selain pencapaian dan kesenangan diri sendiri. Kompromi dengan banyak hal tapi juga tetap harus waras.
Balik lagi ke Tina XL.
Salah satu konten lain yang dia tayangkan adalah kepulangan adiknya yang juga berprofesi sebagai TKI. Harapannya adalah mereka sekeluarga bisa berkumpul kembali dengan lengkap. Urusan penghasilan pasca pulang tidak perlu terlalu dipikirkan, yang penting guyub. Sebuah optimisme yang kadang tidak bisa ditemui di lingkungan sekitar saya, terlebih di kota besar.
Mungkin inilah yang kemudian membuka mata, bahwa kebebasan memang hal yang relatif. Konsep kebebasan dimana tidak ada yang memaksa kita untuk memilih kebebasan itu sendiri, namun juga dengan sadar bahwa kebebasan ini juga punya fungsi tanggung jawab dan konsekuensi masing-masing. Sungguh berlikunya proses menjadi dewasa ini ya.
Lokasi foto: perjalanan di kereta menuju Yogyakarta


Comments
Post a Comment