10. KERJA SAMA, KARENA KADANG SENDIRIAN ITU MELELAHKAN
Dua hari lalu saya nonton She Said, tentang skandal pelecehan seksual Harvey Weinstein. Saya nggak akan bahas filmnya, walaupun memang kalau boleh kasih saran - tonton deh. Tapi saya kagum dengan tim inti artikel yang New York Times tentang kasus ini. Ternyata dibalik artikel ini banyak sekali peran-peran individu yang harus disatukan melalui kerja sama.
Juli 2022 lalu saya mendapatkan tugas baru di kantor yang baru. Intinya mengurusi hal-hal berbau kerja sama dengan berbagai mitra dan dari berbagai kepentingan. Hal yang sungguh baru bagi saya yang kesehariannya sering bersinggungan dengan hal teknis.
Tugas saya ini banyak sekali mengajarkan insight dan pengetahuan baru. Hal yang tadinya mungkin sepele ternyata punya peran besar bagi organisasi/instansi. Skill yang tadinya saya pikir nggak perlu-perlu amat untuk dikembangkan, ternyata menjadi senjata utama untuk bernegosiasi.
Mengurusi kerja sama artinya saya harus memanjangkan tiang empati, kebiasaan tidak mau mengalah khas zodiak Leo, dan yang paling penting harus melatuh kemampuan berkomunikasi. Sadar bahwa skill ini yang kemudian menjadi media untuk menuju kata sepakat.
Namun demikian, bekerja sama juga tidak melulu harus memfasilitasi kebutuhan orang/pihak lain. Saya dan tim juga kadang-kadang harus tegas menentukan batas dan ruang lingkup yang akan disepakati. Karena prinsipnya untuk apa sepakat namun tidak saling menguntungkan, atau berat sebelah.
Balik ke film She Said, ada satu scene dimana salah seorang tim bertanya untuk memastikan apakah tulisannya sudah layak tayang atau belum. Ketika sepakat, tulisan ini kemudian hadir dan mendobrak diskursus global dengan efek yang besar.
Bayangkan jika tim ini tidak bekerja sama dengan baik, mungkin hasil tulisan ini akan tumpul dan berbau sensasi saja. Mungkin alih-alih mendapatkan Pulitzer Prize, malah dapat cap tulisan tabloid lampu merah.
Oh iya, walaupun kadang melelahkan, tugas baru ini ternyata lumayan bisa memberikan saya kesempatan business trip ke seluruh penjuru Indonesia, bahkan Indonesia Timur (yang nanti bisa jadi satu bahan tulisan sendiri). Untuk memastikan bahwa seluruh tempat memiliki kesempatan dan pintu peluang kerja sama yang sama. Bisa maju bersama, dan tidak fokus di satu wilayah saja.
Lokasi foto: Raja Ampat, Papua Barat


Comments
Post a Comment