11. WAJAH PAGI DAN MALAM, DARI GERBONG CEPAT.
Setiap selang satu hari, saya pasti menggunakan transportasi umum (MRT) untuk berangkat dan pulang dari kantor. Kebijakan ganjil genap dan lokasi kantor yang berada dalam ruas utama membuat perjalanan dengan kendaraan pribadi menjadi tidak memungkinkan. Tapi ya tidak apa, toh Jakarta saat ini akses transportasi publik sudah cukup baik.
Mengamati wajah-wajah penumpang MRT pada pagi dan sore/malam hari jadi hal kegemaran. Saat pagi, wajah mereka terbagi menjadi dua kutub, kutub yang penuh optimisime menjelang hari. Kutub satu lagi yang mukanya dipenuhi ekspresi ‘i hate monday’, walaupun hari itu bukan senin.
Ekspresi mereka saat jam pulang kerja pun sama. Ada yang cerah, mungkin karena setelah penat bekerja akhirnya bisa pulang bertemu orang terkasih di rumah, ataupun dimana mereka berencana bertemu. Ada juga yang murung, mungkin tekanan pekerjaan yang terlalu berat, atasan yang terlalu demanding, atau sekedar hari yang buruk saja.
Kebanyakan mereka tidak berinteraksi dengan rekan di sampingnya, ya memang tidak dipekerkenankan karena aturan. Mungkin untuk membunuh waktu akhirnya mereka memakai earphone/headphone, atau perangkat nirkabel lain - untuk mendengarkan musik, atau sekedar tidak mendengarkan apa-apa, cuma karena males aja diganggu sama orang lain.
Kadang-kadang saya menebak dan membuat skenario sendiri dalam kepala, apa saja kira-kira keriuhan yang mereka lalui, adakah hari mereka seburuk itu hingga kadang saya bisa mendeteksi hela napas yang panjang. Ataukah harinya sebegitu baik sehingga senyuman yang tampak sangat lebar.
Apapun itu, menjadi kelas pekerja dan pengguna MRT menurut saya seperti sebuah kombinasi menjalani keseharian satu paket penuh. Mau senang, mau sedih ditelan saja. Saat pagi datang, ya harus tegar lagi menjalani hari. Saat waktu pulang, ya harus kuat lagi memanfaatkan sisa-sisa tenaga untuk menutup malam, yang tahu-tahu tidak terasa menunggu hari saja menuju tahun yang baru.
Lokasi foto: Stasiun MRT Bendungan Hilir, Jakarta


Comments
Post a Comment