14. AGENDA 2023, JALAN KE DEPAN SAMBIL NOLEH BELAKANG
Pergantian tahun biasanya ditandai dengan mengganti buku agenda. Bukan berarti buku yang lama ditutup dan dibuang ke laut. Harus disimpan untuk sesekali menengok apa saja yang terjadi di masa lalu. Pun dengan isi buku agenda 2022 yang masih sama-sama penuh kejutan, pasang surut dan kegelisahan - dan juga kebahagiaan; yang sama-sama harus disadari secara sepaket.
Dalam hal pekerjaan, saya menemui kejutan dengan surat mutasi kerja ke Jakarta. Saya yang biasanya bekerja dalam lingkup kabupaten/kota atau provinsi, sekarang harus belajar dalam ruang yang lebih besar baik dari segi skala geografis maupun substansi. Dalam waktu yang hampir bersamaan, saya dapat sebuah kabar gembira dapat beasiswa untuk lanjut sekolah. Anehnya dua kabar baik yang datang bersamaan ini justru membuat saya jadi gelisah dan bingung dengan skala prioritas pribadi. Setelah berbicara dengan beberapa teman baik, pelan-pelan kegelisahan ini terurai.
2022 juga secara tegas mengajarkan saya tentang pentingnya arti kesehatan. Berita buruk yang biasanya terdengar dari pihak luar, akan terasa berbeda jika berasal dari keluarga sendiri. Rentang waktu tiga bulan kondisi fisik seseorang bisa berubah sekali dari begitu prima menjadi begitu layu. Saya dan sekeluarga mencoba untuk sama-sama tegar dan saling menguatkan. Kemudian teringat bahwa sisi baiknya mungkin berita buruk ini yang kembali menjadi perekat, dan pengingat buat saya pribadi - sejauh mana berjalan dan bertopang, keluarga akan jadi tempat untuk berteduh tanpa aba-aba dan imbalan.
Dari elemen lovelife, yang lumayan jadi pertanyaan banyak teman (terlebih di usia saya yang tidak muda lagi ini), faktanya saya sudah mencoba menjalin relationship dan ada yang berhasil, ada yang gagal. Pada relung-relung terdalam keinginan untuk memiliki teman yang mendampingi biasanya timbul saat saya nggak ada kerjaan. Selebihnya saya merasa belum selesai tentang banyak hal. Pelajaran dari beberapa yang sudah, kenapa gagal, ya karena ternyata masalahnya di saya. It’s me hi, i’m the problem it’s me (thankyou for the good reminder tay!). Munculnya kesadaran ini tentunya juga melalui perenungan yang lama. Menjadi problematik dalam percintaan itu mungkin sayalah tersangkanya, sayalah yang harus dibenahi.
Jadi dari beberapa keterbukaan yang sudah saya umbar di atas, saya kembali yakin bahwa 2022 memang tahun dimana manis-pahit, jatuh-bangun dan ketawa-nangis diterima secara kontan dan sepaket. Tapi semoga hal-hal ini yang minimal membuat saya menjadi tambah dewasa. Semoga 2023 datang tidak semuram 2020, tidak seabsurd 2021, dan tidak se-plot-twist 2022.
Selamat tahun baru.
Lokasi foto: Perpustakaan Jakarta Cikini.


Comments
Post a Comment