20. WARUNG TEGAL, BINTANG LIMA
Ada salah satu aktivis pangan berpendapat bahwa kebanyakan orang Indonesia kurang dalam konsumsi daging. Alasannya karena mahal. Ada juga yang bilang sayur-mayur sangat langka dan tidak tersedia secara mudah di lapangan. Semuanya sangat yakin tentang opininya, namun kalau boleh jujur terdapat kekosongan konteks keseharian.
Mungkin mereka belum pernah makan di warung tegal terdekat. Semua kegelisahan tentang protein dan serat ini sebenarnya tersedia dengan harga terjangkau, tak jarang buka 24 jam/ hari.
Mungkin juga yang menjadi concern dalam hal ini adalah protein dan serat yang organik dan berkualitas baik. Tapi lupa bahwa motif memilih makanan itu juga didasarkan pada beberapa hal, seperti psikologi, status sosial bahkan kepercayaan. Tidak ada motif yang berlaku layaknya kebijakan (policy) yang one-size-fits-all. Semuanya bergantung pada konteks.
Uneg-uneg ini sebetulnya tidak hanya berlaku pada pemilihan makanan, pilihan dalam keseharian tentunya dipengaruhi pada banyak hal. Ada yang bergaya hidup mewah, mungkin karena dipengaruhi balas dendam karena masa lalu yang jauh dari itu. Ada yang hidup sederhana bukan karena tidak punya, tapi memang besar dengan pelajaran hidup yang serupa. Semuanya layak dan boleh dijalani sesuai keinginan dan kemampuan, tanpa menilai yang satu lebih baik dari yang lain.
Memang lebih baik jika dilakukan dengan sadar dan tetap melihat konteks keseharian.
Jangan lupa bahwa kadang makanan yang paling enak tersaji dari dapur yang sederhana, dalam tungku masak dari kayu dan batu. Walau juga tak jarang dari restauran bintang lima tersedia menu dengan review terbaik, walau harus merogoh kocek sedikit dalam.
Empat tahun lalu saya dan teman kantor berkesempatan mendaki gunung tujuh di Kerinci. Kami bermalam di sana, mendirikan tenda di tepi danau yang dikelilingi pegunungan hijau. Saat matahari terbit, kami menyeduh kopi sachet dan masak pop-mie. Sungguh sensasi kuliner rasa bintang lima terbaik yang pernah ada, dengan pemandangan dan udara yang bersih dan mewah.
Lokasi foto: Gunung Tujuh, Kerinci, Jambi


Comments
Post a Comment